RSS

Scaming Around Grand Palace Bangkok

23 May

Mungkin udah ada banyak cerita tentang penipuan ini di dunia maya dan buku2 traveling tentang Bangkok. Aku cuma mau share sedikit cerita pengalamanku aja pas kena tipu dan berharap ini ga akan terjadi pada traveler2 dari Indonesia meskipun baru pertama kali ke Bangkok. Ada 2 warning yang harus diwaspadai.

Pertama, jangan pernah percaya sama orang yang bilang kalau Grand Palace lagi tutup dan baru buka pada jam-jam tertentu trus nawarin naik tuk-tuk gratis atau bayar murah keliling Bangkok ke wat-wat yang orang itu tunjuk di map yang kita bawa (kalau lagi bawa map Bangkok) dan kita bakal diantar ke galeri yang ternyata adalah toko batu permata. Ternyata si orang ini adalah tukang tuk-tuk yang sedang berusaha nyari kupon bbm/bensin yang bakal diberikan oleh toko permata karna bisa membawa calon pembeli ke tokonya. Biasanya mereka cari “mangsa” di jalan antara Khaosan (tempat dimana banyak penginapan buat turis) dan Grand Palace. Tapi ada juga yang di deket2 pintu masuk kompleks Grand Palace. Target mereka adalah turis yang sedang jalan menuju Grand Palace. Gampang aja buat mereka tau mana yang turis, turis biasanya bawa-bawa tourist map dan keliatan banget dari dandanannya. Trip-ku ke Bangkok tahun 2009 lalu, aku ma temen-temen kena tipu mereka. Itu pertama kalinya aku ke Bangkok. Pagi-pagi di tengah perjalanan jalan kaki kami dari penginapan ke Grand Palace, pas mau nyebrang jalan, kami didekati sama bapak-bapak yang bilang kalau Grand Palace lagi tutup. Baru buka siang. Dan dia menawari kami naik tuk-tuk dengan iming-iming seperti yang aku critain di atas. Karna kami ga tau, kami ya seneng2 aja, dan ada 2 tuk-tuk yang bakal bawa kami kliling, karna kami berlima waktu itu. Pertama kami dibawa ke suatu wat yang entah apa namanya. Tempatnya bener2 ga menarik. Trus lanjut ke galeri, kirain galeri tempat jual2 suvenir tapi ternyata galeri toko batu permata. Harga2nya bener2 selangit. Buat kami yang backpacker ini, itu bener2 harga yang jauh banget dari kata terjangkau. Males banget kan musti ngliat2 dan pura2 pasang tampang tertarik. Hal paling ga enak pas mau kluar toko. Hufff.. Begitu kluar, salah satu sopir tuk-tuk bilang kalau mereka cuma dikasih 1 kupon, sopir satunya belum dapat, jadinya nanti kita bakal dibawa ke satu toko permata lagi. Sialll, lagi-lagi harus akting. Dari situ kami dibawa ke wat yang lumayan gede. Ada patung standing Buddha yang tinggi, katanya sih tertinggi se-Bangkok. Ga ngerti bener ato nggak. Dari sana, baliklah lagi kami dibawa ke toko permata. Fiuhh, akhirnya dapet juga kupon satu lagi. Dari situ kami langsung minta diantar balik ke tempat semula. Udah males sama mereka.

Kedua, hati-hati pas jalan di lapangan Sanam Luang depan Grand Palace pas pagi – sore. Ada beberapa orang yang bawa-bawa bungkusan plastik berisi biji jagung kering untuk ngasih makan burung merpati di seputaran lapangan itu. Mereka nawarin bungkusan jagung itu dengan cukup memaksa. Meskipun udah nolak tapi mereka bakal tetep maksa beli dengan naruh bungkusan itu di tangan kita. Lagi-lagi kami kena. Bungkusan jagung itu berhasil “nyangkut” di tangan 2 temenku. Dan terpaksa harus bayar. Sayangnya aku dah lupa dulu mereka disuruh bayar berapa. Yang pasti jangan sampai deh mereka berhasil naruh tu bungkusan di tangan kita. Waktu itu aku berhasil menghindar dengan cara nyembunyiin tangan ke belakang pas mau ngelewati mereka sambil jalan melipir menjauhi mereka. Pokoknya sembunyiin aja tangan jauh2 dari mereka dan berusaha jalan cepat menjauhi mereka.

 
Leave a comment

Posted by on May 23, 2012 in Thailand

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: