RSS

Chiang Mai – Chiang Rai in A Night

29 May

Cerita ini adalah kelanjutan dari cerita perjalanan kereta dari Bangkok ke Chiang Mai sebelumnya.

Kereta yang di jadwal harusnya sampai Chiang Mai jam 9.55, ternyata kami baru sampai sekitar jam setengah 12 siang. Kacau dah rencana yang sudah kususun. Tadinya dari stasiun mau langsung ke Doi Suthep, tapi jadinya batal karna kejauhan. Takut kesorean karna kami ngejar bus sore ke Chiang Rai. Kami memang ga rencana mau nginap di Chiang Mai, tapi mau nginap di Chiang Rai (hostel dah dibook lewat hostelworld.com).

Udara di Chiang Mai lumayan dingin. Selain karna memang daerahnya cukup tinggi, lokasinya juga berada di bagian utara Thailand yang kalo pas bulan Desember lagi dingin2nya (“musim dingin”). Begitu keluar dari kereta kami foto2 bentar di stasiun trus langsung kluar stasiun nyari songthaew. Kami naik songthaew ke pusat kota, karna batal ke Doi Suthep. Kalo ga salah waktu itu kena tarif borongan, bertiga 100 THB. Lumayan jauh sih memang. Karna laper jadi kami cari tempat makan dulu dan kami minta diturunin di tempat yang ditunjuk Dini di peta. Kata Dini yang pernah ke Chiang Mai sebelumnya, ada yang jual khao soi. Kata Dini khao soi itu makanan khas Chiang Mai dan enak. Aku sama Elsa ngikut aja karna makanan khas suatu tempat memang wajib dicobain. Pas sampe di tempat tujuan, eh ternyata tutup, alhasil kami jalan kaki ke arah temple yang kata Dini lumayan gede (ya bolehlah, terpaksa karna ga jadi ke Doi Suthep), sambil tengok kanan-kiri cari warung ato resto yang nampak ga terlalu mahal harganya. Dan beruntung kami nemu restoran kecil yang jualan khao soi juga. Memang sih agak lebih mahal dibanding tempat makan yang diceritain Dini tapi masih okelah.  Kao soi ini ada beberapa pilihan dagingnya, ada khao soi ayam, sapi, udang atau babi. Kami bertiga pesen khao soi ayam, karna itu yang paling murah kayaknya. Hehehe. Harganya seporsi kalo ga salah 50 THB, kalo di tempat makan Dini sebelumnya katanya sekitar 35-40 THB. Khao soi ayam dataaang.. Ternyata khao soi ini mie berkuah santan kuning dan cukup pedas, mirip kuah gulai tapi rempah2nya ga sebanyak gulai. Mie-nya berbentuk gepeng dan kering (kayaknya sih digoreng ) mirip sama mie nya ifumie. Trus ayamnya ayam rebus bagian paha utuh dan nyampur di dalam kuah mie. Komenku tentang khao soi ini -> enaaaaaaaak, kuahnya sedep, kaldu ayamnya berasa, ayamnya juga berasa bumbu. Di resto Thailand yang ada di Jakarta ada yang jual ga ya?

Stasiun Kereta Chiang Mai

Khao Soi Ayam

Setelah perut kenyang, kami lanjut jalan kaki ke Wat Chedi Luang yang dimaksud Dini tadi. Kami foto2 di depannya trus keliling masuk di dalemnya. Di tengah2 kompleks ada bangunan candi yang bentuknya mirip puncak candi Borobudur, disebut chedi. Di bagian belakang kompleks ada juga patung reclining Buddha, tapi ga segede yang di Wat Pho Bangkok.

di depan Wat Chedi Luang

di depan bangunan paling depan kompleks Wat Chedi Luang

Chedi di kompleks Wat Chedi Luang yang bagian atasnya udah hancur sebagian

salah satu patung di kompleks Wat Chedi Luang

Reclining Buddha di kompleks Wat Chedi Luang

Selesai keliling Wat Chedi Luang, kami cari tuktuk di depan wat buat ke terminal bus arcade. Kami cegat tuktuk yang lewat. Ternyata si sopir tuktuk-nya seorang ibu-ibu muda. Anaknya yang berumur kira2 4 tahun juga diajakin narik. Wanita perkasa, cari uang sambil ngasuh anak😀. Kami deal dengan harga 90 THB sampai terminal bus arcade. Tempatnya lumayan jauh juga, sedikit di luar pusat kota.

mbak2/ibu2 supir tuktuk bersama anaknya

Sampai terminal, kami masuk ke gedung lama dan nyari2 tempat penjualan tiket green bus. Green bus adalah satu2nya perusahaan bus yang melayani rute Chiang Mai – Chiang Rai. Pas nanya ke loket yang ada tulisannya green bus, mereka bilang kalo mau beli, ke loket yg ada di gedung baru. Mereka juga bilang kalo tiket untuk hari itu udah abis. Gawattt! Kami langsung ke gedung baru. Pas masuk ternyata antrian di loket green bus panjang banget. Perasaanku makin ga enak aja. Setelah lama ngantri, kami sampai juga di depan loket, dan benerlah tiket untuk hari itu udah abissss. Terpaksa kami beli tiket untuk besok pagi karna kami udah punya tiket pesawat Chiang Rai – Bangkok buat besok sorenya jam 14.45 dan kami pengen ke Wat Rong Khun yang ada di Chiang Rai juga. Kami pilih yang paling pagi, jam 07.00. Harga tiket bus 170 THB. Setelah beli tiket, kami buru2 telpon ke hostel di Chiang Rai yang udah kami booking itu. Soalnya kalo ga ngasih tau, si hostel bakal nge-charge kartu kredit Dini yang dipakai pas booking sebesar kurangan biaya nginap kami (DP pas booking cuma 10 %). Untungnya setelah Dini ngomong panjang lebar ke orang hostel itu (susah banget njelasin pakai English ke orang Thai), kami berhasil ngebatalin bookingan dan bebas tagihan semalam di hostel itu. Yah cuma rugi 10 % DP doang. Sekarang tinggal nyari hostel di Chiang Mai untuk nginap malamnya. Untung Dini masih nyimpen no telpon hostel tempat dia nginap sebelumnya. Namanya Chiangmai Backpack House. Untungnya lagi kamarnya masih available. Segeralah kami cari tuktuk dan meluncur ke hostel.

antrian loket Green Bus ke Chiang Rai

Lokasi hostelnya tepat di jalan, di luar tembok beteng kota. Bagian pusat kota Chiang Mai ini memang dikelilingi sama tembok beteng (mirip beteng keraton Jogja) dan di luar beteng ada kanal juga yang ngelilingin. Bentuknya pas segi empat sama sisi. Sisi2nya pas banget menunjukkan arah utara, timur, selatan dan barat. Si hostel kami ini ada di sisi yang sebelah selatan. Sampe hostel kami check in dan langsung masuk kamar. Aku pilih dorm cowok. Dini ma Elsa pilih private room. Eh ternyata gw sendirian di dalem kamar dorm. Bebas dah mau ngapa2in (emang mau ngapain, hehehe). Slesai mandi kami janjian kluar jalan-jalan ke night market. Kami ke night market naik tuktuk. Brrrrr… Dingin bener kluar malam di Chiang Mai.

hostel tempat kami menginap

Night market Chiang Mai ternyata ramai banget. Di sepanjang kanan-kiri jalan penuh orang jualan berbagai macam suvenir. Soal harga mirip sama di Chatuchak, kalo terpampang tulisan harganya brarti fixed price, kalo ga ada brarti ya tawar. Jadi musti pinter2 nawar karna mereka biasanya kasih harga jauh dari harga aslinya. Kami tertarik sama kaos berwarna krem bertuliskan Chiang Mai dan gambarnya lucu2. Kami ga nemu kaos ini pas di Bangkok, jadi kayaknya memang cuma ada di Chiang Mai. Setelah ditawar2, dapatlah harga 120 THB per kaos. Biasanya sih kaos2 standar oleh2 di Thailand harganya 100 THB tapi yang ini ditawar 100 THB juga kagak mau si penjualnya. Mengingat bahannya yang lebih halus dan lembut dari kaos yg 100-an THB jadinya kami deal harga 120 THB itu. Oya, syal rajut di night market Chiang Mai lebih murah dibanding di Chatuchak Market Bangkok.

jalan utama night market di Chiang Mai

Perut udah mulai keroncongan, kami langsung cari tempat makan. Dan kami nemu foodcourt di belakang jalan utama (sepertinya memang semua foodcourt di tempat ini ada di belakang jalan utama/di balik gedung yang menghadap ke jalan utama). Foodcourt ini ada di belakang Kalare Night Bazar. Foodcourt-nya ternyata luasss… Dekorasinya juga bagus, apalagi pas lagi bulan Desember gini, hiasannya bertema Natal dan banyak lampu2. Top bangetlah foodcourt-nya. Kios makanannya banyak. Harga makanannya juga ga mahal, nampak enak2 semua lagi. Pengen nyobain semuanyaaa.. Tapi melihat dompet, tetep aja ga bisa pesen macem2. Cuma beli 1 menu utama (lupa makan apa waktu itu) plus minum, sama beli murtabak. Murtabak itu ternyata hampir mirip martabak telor kita bagian kulitnya tapi ini manis. Pilihan isinya juga yang manis2 kayak coklat, selai kacang, pisang, dll. Murtabak Thailand juga digoreng. Penjual murtabak ini pasti orang muslim. Ternyata di Chiang Mai ini cukup banyak juga penduduknya yang muslim. Sering banget ketemu mbak2 ato ibu2 berjilbab di pasar malem ini, entah itu pedagang ato pembelinya. Banyak juga yang jual makanan halal di sini.

food court di night market Chiang Mai

Selesai makan ma foto2 kami lanjut jalan lagi liat2 suvenir. Nyari2 magnet kulkas Chiang Mai sebiji doank buat koleksi sendiri kok susah banget di sini. Jarang yang jual dan kalo ada harganya mahal banget kalo dibandingin sama di Bangkok. Akhirnya ga jadi beli. Kere bener yak.. Hehehe. Setelah keliling2 ternyata baru sadar ternyata penjual2 yg di pinggir2 jalan utama itu belum seberapanya. Sebenernya night market Chiang Mai ini merupakan kumpulan dari beberapa night bazaar di sepanjang jalan utama dan tiap night bazar punya nama sendiri-sendiri. Ada Kalaree Night Bazaar, Anusarn Market Complex, dll. Gempor dah kalo mau ngelilingin semuanya. Sekitar jam 10an kami balik ke hostel, ngetuk-tuk lagi. Istirahat karena besok pagi2 buta musti ke terminal bus lagi.

Anusarn Market Complex

Anusarn Market Complex

another night bazaar

Besoknya, sekitar jam 5 pagi kami check out dan langsung cari tuk-tuk di depan hostel. Karna pagi banget, tuk-tuknya masih jarang. Untung masih ada yang lewat. Dinginnya udara pagi di Chiang Mai bikin merinding. Apalagi pas naik tuktuk. Brrrrr.. Pas nunggu di ruang tunggu terminal juga masih kedinginan karna tempatnya terbuka. Anginnya kadang suka lewat. Kupluk yang kubawa dari Indonesia ternyata memang berguna. Waktu itu aku masih pake kaos lengan panjang.

Jam 7, kami disuruh naik ke bus. Di bus ini ternyata ada seorang pramugarinya kalo di pesawat. Ya semacam pemandu gitu deh kalo di rombongan tour. Sayangnya yang di bus kami ini pramugarinya ibu-ibu setengah baya, tidak tinggi dan tidak langsing. Jauh kalo dibandingin sama pramugarinya airasia. Hehehe. Sebelum bus berangkat, dia ngomong di depan yang ga tau apa karna pake bahasa Thai. Mungkin ucapan selamat datang, kita akan menuju ke Chiang Rai, selamat menikmati perjalanan bersama kami, semoga erjalanan ini menyenangkan, gitu2 paling. Ga lama kemudian, dia bagi2 sebotol air mineral ke penumpang.

Perjalanan ke Chiang Rai sekitar 3 jam. Di sepanjang perjalanan kami melewati daerah pegunungan. Gila dah, jam 9an pagi aja kabutnya masih tebel. Ga kebayang dinginnya di luar kayak apa. Dan bener, pas bus berhenti di pemberhentian, kasih kesempatan penumpang buat buang air, aku kluar dan memang bener, adeeemmm… Tapi itu masih belum seberapa. Puncak kedinginanku malah pas di dalam bus. Entah kenapa di dalam bus jadi super dingin, melebihi dinginnya AC yang terdingin. Aku sampe menggigil. Sweaterku di dalam tas akhirnya kukluarin dan kupake. Masih tetep dingin juga, tapi lumayanlah ga sedingin sebelumnya. Tinggal muka ma telapak tangan aja yang masih kedinginan karna ga ketutup. Mustinya ini bus jangan pake AC tapi pake penghangat. Aku ga kebayang kalo kemarennya dapet tiket, berangkat sore, di jalan pas malem, dinginnya kayak apa.

Sekitar jam setengah 11 kami sampai di terminal bus Chiang Rai yang berada di luar kota sebelum masuk kota Chiang Rai. Dari situ kalo mau ke Wat Rong Khun kami harus naik songthaew. Sebenernya sih tadi si Wat Rong Khun dilewati sama bus cuma kami ga tau bisa minta turun di jalan ato ga dan kapan kami harus turun. Rempong ngomongnya ke si sopir ato si ibu-ibu pramugari. Ditambah lagi kami tidur. Hehehe. Cuaca di Chiang Rai ini berasa rada aneh, matahari terik banget tapi anginnya dingin. Krasa banget angin dinginnya pas naik songthaew. Jadi kupluk ma sweater tetep ga kulepas.

Sampailah kami di Wat Rong Khun. Lumayan rame juga wat ini pas kami sampai di sana. Wat Rong Khun ini beda sama wat-wat yang udah aku kunjungi di Thailand. Kalo wat-wat yang lain umumnya berwarna kuning emas, kalo wat ini warnanya putih, makanya sering disebut juga White Temple. Masuk ke wat ini juga ga pake bayar. Selesai kami foto2 di Wat Rong Khun, langsung kami cari songthaew lagi dan segera meluncur langsung ke bandara. Ternyata jauh juga Bandara Mae Fah Luang – Chiang Rai. Kami musti nglewati kota dulu. Padahal kotanya aja kalo dari Wat Rong Khun lumayan jauh. Kalo dibandingin sama Chiang Mai ternyata Chiang Rai kotanya lebih modern dan metropolis. Kalo Chiang Mai kotanya tenang dan suasana tradisionalnya masih kerasa. Sukurlah kami bisa sampai di bandara jauh lebih awal dari jam keberangkatan pesawat kami. Kami masih punya waktu banyak untuk makan. Sayangnya pilihan restoran di bandara ini ga banyak. Apalagi kalo mau cari yang harganya ga terlalu mahal. Setelah keliling2 akhirnya kami pilih makan di dairy queen. Ada menu makan nasi yang cukup murah. Bisa sekalian beli es krim-nya juga. Entah kenapa es krim dairy queen di Thailand jauh lebih murah dibanding di Indonesia. Di Thailand yang cup paling kecil cuma 35 THB, kalo di Indonesia kan sampai 20 ribuan. Dan akhirnya kami terbang kembali ke Bangkok dan siap-siap untuk trip ke Krabi malamnya.

depan kompleks Wat Rong Khun

di depan jembatan menuju bangunan utama

jalan menuju bangunan utama

bangunan dan patung kalo diliat dari dekat

tampak dari samping Wat Rong Khun

Overall, menurutku Chiang Mai itu kota yang enak banget buat stay. Kotanya tenang dan adem. Makanannya enak2, banyak dan murah. Night market-nya juga oke. Pengen banget rasanya balik lagi ke sana. Apalagi waktuku di sana singkat banget. Masih pengen ke Doi Suthep, ke desa wanita berleher panjang sama ke golden triangle.

 
25 Comments

Posted by on May 29, 2012 in Thailand

 

25 responses to “Chiang Mai – Chiang Rai in A Night

  1. elsa

    June 22, 2012 at 10:59 am

    aaaww ada foto2ku disini, bayar! ahahaha =D

     
    • Noviar

      June 22, 2012 at 11:08 am

      mari kita perbanyak foto lagi di tempat2 menarik lainnya…😀

       
  2. Tina

    September 10, 2012 at 2:11 pm

    Hello,
    Thanks u/ sharing nya, kebetulan awal Januari nanti mau ke CM juga, lg cari2 infonya.
    Kalo Chiang Mai Bakcpack House tarifnya berapa semalam? Pake A/C ga? Dekat dg Thapae Gate ? Kalo awal Januari masih dingin ga ya cuacanya ?
    Thanks

     
    • Noviar

      September 10, 2012 at 4:05 pm

      Hai Tina,
      Silakan langsung ke official website nya ini http://chiangmaibackpackhouse.com/
      Utk informasi macam dan harga kamar, silahkan dilihat di tab accomodation & room rates di kanan atas. Ada bbrp mcm pilihan kamar.
      Utk informasi lokasi nya bisa dilihat di tab contact us di kanan atas jg. Di dalamnya ada map view dan lokasi backpack. Lokasinya jg sepertinya tdk jauh dari lokasi gate yg km maksud.
      Hostelnya oke kok. Recommend it! Bpk pemiliknya jg baik dan ramah.😀
      Bulan januari masih dingin di sana. Jd ga perlu cari kmr ber-AC. Kmr2 di hostel ini setauku ga ada AC. Mngkn jg kbnykn backpacker hostel dsana ga berAC krn udh dingin. Hehehe
      Semoga membantu. Have fun di Chiang Mai!😀

       
  3. Sonini

    March 18, 2013 at 11:03 pm

    hello,
    Rencananya 6-7 juli nanti mau ke chiang mai dan chiang rai dan ini tuk pertama kalinya. Mau minta info Nama terminal bus utk green bus di chiang mai serta lama perjalanan dr chiangmaibackpack ke terminal brapa lama? Saya juga berencana naik bus ke chiang rai. Apa nama terminal bis di chiang rai serta berapa lama naik songthaew ke wat rong khun? Biayanya brapa? Dari wat rong khun ke pusat kota brapa lama? Sori pertanyaannya banyak banget, abis jalan-jalannya ala backpacker. Hehehe. Thx ya

     
    • Noviar

      March 19, 2013 at 8:29 am

      Hello juga..
      Aku coba jawab satu2 ya.
      1. Terminal bus besar di Chiang Mai tempat Green Bus itu namanya Chiang Mai Arcade Bus Terminal.
      2. Dari Chiangmaibackpack ke terminal arcade ga terlalu jauh, kira2 ga sampai 1/2 jam, ongkos tuktuk sekali jalan berkisar 90 – 100 Baht tergantung pinter2 nawarnya.
      3. Di Chiang Rai ada 2 bus terminal/station: Old Bus Terminal (di tengah kota) dan New Bus Terminal (di pinggiran kota/sblm masuk kota Chiang Rai kalo dari arah Chiang Mai). Kalo kamu mau naik bus dari Chiang Rai dan mau langsung ke Wat Rong Khun, turunnya di New Bus Station karena lebih deket ke Wat Rong Khun. Dari terminal ini ke Wat Rong Khun kita bisa hire songthaew. Kalo ga salah sekitar 120 atau 150 Baht gitu deh buat sekali jalan. Lokasi Wat Rong Khun itu di tepi jalan raya Chiang Mai – Chiang Rai sebelah kiri jalan dan sebelum Chiang Rai New Bus Terminal. Kalo misalkan si “pramugari” bus-nya bisa bahasa inggris, kamu tanya aja, bisa ga kalo diturunin di depan Wat Rong Khun. Jadi ga perlu lagi kluar ongkos buat naik songthaew dari terminal bus.
      4. Dari Wat Rong Khun ke pusat kota paling sekitar 1/2 jam-an.
      Pesen aja sih ya, kalo mau aman dan perjalanan kita sesuai jadwal yg udh kita susun, mending beli tiket green bus-nya sehari sebelumnya, takutnya ga kebagian tiket di hari yg sama.
      Semoga lancar dan menyenangkan ya backpackingannya.🙂

       
  4. Adit

    April 24, 2013 at 9:11 pm

    Wah mantep sharenya. Saya ntar bulan Desember mau ke Chiang Mai – Chiang Rai juga. Mau nanya, enakan dari Bangkok ke Chiang Rai dulu atau ke Chiang Mai dulu ya?.

    Selama ini saya cari banyakny tur dari Chiang Mai ke Golden Triangle, White Temple, sama desa leher panjang. Malahan yang dari Chiang Rainya belom dapet tur kaya gitu.. Padahal lebih deket dr Chiang Rai nya kan. ada info gak y?

    Oh ya kalo di Chiang Rai ada info penginapan yang ok gak?
    Hehe sori nanyanya kebanyakan ya

     
    • Noviar

      April 25, 2013 at 7:54 am

      Thanks komennya🙂.
      Kalo dari Bangkoknya kamu mau naek kereta ya mending ke Chiang Mai dulu. Soalnya kereta nggak sampai ke Chiang Rai. Tapi kalau naik bus, sepertinya ada rute yang ke Chiang Rai langsung. Tinggal kamu prefer ke mau ke kota mana dulu. Kl misal pp mau via darat ya bisa gini:
      Bangkok – Chiang Rai by bus, langsung ke Wat Rong Khun, trus ke kota check-in penginapan, istirahat/jalan2 di sekitar kota (cari tur buat ke Golden Triangle, aku rasa di sana akan banyak penginapan ato travel agent yg menawarkan tur ini) sama beli tiket bus ke chiang mai buat besok paginya, malamnya ke night market, bsk paginya ikut 1 day tour ke Golden Triangle (kalo bisa skalian yg sepaket sama ke desa leher panjang skln dalam 1 hari), besok paginya ke Chiang Mai by bus (cari bus yg berangkat pagi2 banget biar sampai Chiang Mai masih pagi). Sampai Chiang Mai titip tas di penginapan trus ke Doi Suthep. Dari sana balik ke kota, jalan2 di sekitar kota atau mau ada tujuan lain terserah trus sore balik ke penginapan. Malamnya ke night bazar/market. Besok paginya balik ke bangkok naik kereta atau kalo mau nambah waktu jalan2 di Chiang Mai ya naik kereta yg brgkt malam dari Chiang Mai.
      Dulu sih aku booking pwnginapan di Chiang Rai lewat hostelworld.com. Nama hostelnya City Home Guest House. Lokasinya deket sama night market. Tapi berhubung waktu itu batal nginep di Chiang Rai gara2 ga dapet tiket bus jadi ya ga tau bagus ato nggak hostelnya. Yang pasti sih harganya murah🙂

       
  5. Floren Leo

    July 14, 2013 at 12:07 pm

    Halloo
    Rencana tgl 1-6Agustus ini mau ke BKK-Chiang Rai-Chiang Mai-BKK-Pattya-BKK kira2 keburu gak ya? trs mau nanya donk kalau di Chiang Rai & Chiang Mai terkendala dibahasa ga ya? soalnya bulan Jan kmrn saya sempet ke Bangkok.rata2 mereka jarang ada yang bisa bahasa inggris🙂 untuk t4 wisata di chiang rai & chiang mai bisa kasih recomend Bro? Thanks

     
    • Noviar

      July 14, 2013 at 1:00 pm

      Bangkok-nya msh ada yg mau dikunjungi lg ga? Kalo cm buat transit doang sih menurutku cukup. Kl dr bahasa sih rata2 sama aja. Miriplah kyk di Indonesia. Org2 tertentu aja yg lancar bhs inggrisnya. Tp mngkn di chiang mai lbh bnyk yg bs inggris krn trmsk kota wisata. Sama spt kota Jogja kl di Indonesia. Justru mlh bnyk tukang becak yg pinter inggris. D sana pun sama, smua yg brhubungan dg turis, umumnya bs inggris. Aku ga ada mslh dg bhs waktu ksana. Seandainya ga bs inggris pun bs pake bahasa tarzan. Hehehe.
      Di Chiang Rai sih aku cm bentar. Tp yg bnyk didatengi turis ya Wat Rong Khun, night market sama golden triangle. Kl golden triangle agak jauh dr kota jadi butuh 1 day trip. Utk di Chiang Mai bs ke Doi Suthep, keliling kota, ke night market (recommend bgt yg ini buat yg doyan makan sama blanja, hehehe), dan ke Desa Leher Panjang (bs ikut 1 day tour).
      Kl mau tau ckp ato ga nya waktu, km hrs bikin itinerary lengkapnya. Itu jg tergantung brp bnyk tempat yg didatengi dan transport jarak jauh nya bs menyesuaikan. Kl perlu naik pswt kyk aku. Tiketnya jg ga trlalu mahal.

       
  6. Floren Leo

    July 14, 2013 at 9:47 pm

    Hallo Bro,
    Tanya lagi donk kmrn kan kamu sempet nginep di chiang mai ya,hostel t4 kamu nginep kmrn itu kamar mandi nya di dalem apa luar ya? Menurut kamu kalau saya naex pswt dari Bangkok mendingan ke Chiang Mai dulu apa ke Chiang Rai ya? Trs untuk tour begitu biasa nya pesen dmana? Btw Golden Triangle itu apa ya? Makasih 🙂

     
    • Noviar

      July 14, 2013 at 10:40 pm

      Kmr mandi luar.
      Kl misal balik ke Bangkok-nys naik pswt lg, sama aja mau ke Chiang Mai (CM) dl ato Chiang Rai (CR) dl. Pilih yg jdwl flightnya lbh cocok sm itinerary yg dibuat dan pili yg lbh murah tentunya. Nah kl baliknya lwt darat, better dr Bangkok terbang ke CR dl baru ke CM. Balik ke Bkk nya dr CM, bs naik kreta ato bus.
      Tiap penginapan umumnya menawarkan paket2 tour. Mrk krja sama dg agen tour. Jd nnti dijemputnya jg di penginapan.
      Golden triangle itu daerah perbatasan antar 3 negara: Laos, Thailand & Myanmar, dan juga tempat bertemunya sungai Ruak dg sungai Mekong. Utk lbh lengkapnya silakan bacs di sini http://wikitravel.org/en/Golden_Triangle_(Thailand)

       
  7. FLoren Leo

    July 15, 2013 at 2:04 pm

    Thanks bgt bro buat info nya🙂

     
  8. Floren Leo

    July 27, 2013 at 10:17 pm

    Malam Bro
    sory mau tanya lagi neh,kalau mau ke desa leher panjang bisa dari chiang rai ga ya barengan ama tour ke golden triangle?

    Thanks

     
  9. Floren Leo

    July 28, 2013 at 9:42 pm

    Sippp. Thanks Bro🙂

     
    • Floren

      August 3, 2013 at 9:01 am

      Pagi bro. Saya mau tanya kalau dr pusat kota ke doi suthep jauh ga ya? Klau naex tuk2 kira2 brpan? Thanks

       
      • Noviar

        August 3, 2013 at 6:18 pm

        Malam… ^^
        Ga terlalu jauh kok. Kalo dari hasil gugling2 sih harganya sktr 50 Baht one way. Kl PP jadi 100 Baht. Sbnrnya ada yg bilang 40 Baht jg sih. Yg pasti naik songthaew nya dari Chang Pauk Gate ya. Cm di situ yg songthaew nya bs shared. Kl naik dr tempat lain ktnya pasti si supir minta borongan/charter.

         
  10. Irma Siregar

    November 10, 2014 at 11:15 am

    Bro, masih bingung nih, kalo utk 3hari bisa gak yak untuk ke chiang mai dan chiang rai?
    Klo dari chiang mai mo ke chiang rai itu naik kereta apa bus? kira2 jaraknya brp lama?
    Tks b4

     
  11. Linda

    December 4, 2014 at 8:34 am

    Pagi bro,mau nanya ni,klo mau beli paket tour ciang rai via mana,via internet o beli di travel,klo via internet gimana cara belinya,thanks

     
    • Noviar

      December 6, 2014 at 10:33 am

      Bisa lewat internet bs lgsg cari paket tour di sana.. lwt internet tinggal digoogling aja paket tour yg diinginkan trus bayarnya pake kartu kredit. Tp kl lwt internet biasanya tanggalnya hrs pasti. Saran sy sih enakan cari disana lgsg. Slain bisa survei harga2nya dan biasanya jg bs ditawar..

       
      • Linda

        December 7, 2014 at 6:50 am

        OK thanks infonya

         
  12. febby

    January 19, 2015 at 12:53 am

    kak mau tanya ,kalo dari bangkok ke Chiang rai harus naik apa ya?seberapa jauh?kepengen ke white temple sm ke five tribe hill itu yg cewe2 berleher panjang. tp kl dari bangkok gimanaaa yaa..please info. makasi kak🙂

     
    • Noviar

      January 19, 2015 at 6:32 am

      Naik pesawat aja dari Bangkok. Airasia murah kok dr Bangkok ke Chiang Rai. Paling ga sampai 500rb rupiah.

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: