RSS

Winter Trip in South Korea: Jakarta – Incheon Flight

19 Feb

Bertiga sama Elsa & Rifki, petualangan kami yang pertama melihat salju pun dimulai. Hari Jum’at tanggal 4 Januari 2013 sepulang kantor aku langsung berangkat menuju Bandara Soetta. Sayang kalau harus cuti kalo perginya aja malem. Tas yang mau dibawa udah disiapkan dan dibawa ke kantor sehari sebelumnya. Aku cuma bawa 1 tas ransel ukuran gede (yah kalo ukuran standard carrier sih masih tergolong ukuran kecil) berisi kaos-kaos, sweater tipis, sarung tangan, kupluk, celdam, kaos kaki cadangan, long john 2 stel, peralatan mandi plus deodoran (sabun & shampo udah diwadahin ke botol-botol kecil bekas sabun-shampo hotel, odol bawa yg kecil, deodoran jg yg di bawah 100 ml, trus semuanya masuk ke plastik klip jadi aman naik ke kabin), lap kanebo baru buat handuk, plus ransel kecil buat jalan & tas cadangan pas pulang. Winter coat nggak masuk di dalem tas tapi cukup ditenteng aja. Berat total ransel ga sampai 7 kg. Jadi kalo disuruh timbang, masih lolos naik ke kabin (soalnya nggak beli bagasi).

Berhubung pesawatnya berangkat jam 18.50 dan aku takut macet di jalan, aku izin pulang agak cepet, setengah 4 sore udah keluar kantor dan jam 4 kurang udah dapet Damri (meminimalisasi budget dimulai, haha). Sukurlah tol ke bandara nggak macet, jam 5-an udah sampai terminal 3 Bandara Soetta. Sampai sana langsung lewat imigrasi trus ke ruang tunggu. Elsa sama Rifki ternyata belum sampai. Hari itu mereka udah mulai cuti jadi mereka berangkat dari rumah masing. Sebelum jam 6, mereka udah masuk ke ruang tunggu juga. Dan aku baru ingat, aku lupa nge-print dan bawa itinerary yang aku buat. Untunglah Rifki masih nyimpen di email di hp-nya. Jadi masih bisa liat meski agak ribet harus zoom-in & zoom-out.

Terbanglah kami naik Airasia menuju Kuala Lumpur jam 7 maleman. Seperti biasa, molor kalo udah flight-flight malem. Sampai Kuala Lumpur, begitu masuk ke gedung kedatangan, kami langsung masuk ke antrian transit di sebelah kiri sebelum eskalator naik menuju ke imigration hall LCCT. Kelar urusan transit check-in kami langsung masuk ke ruang tunggu dengan melewati pemeriksaan lagi seperti kalau mau masuk ke ruang tunggu. Ngantuk plus laper di ruang tunggu LCCT tanpa bisa beli makanan karena nggak bawa uang ringgit dan sayang kalo mau nukerin duit rupiah, jadinya ya makan aja roti bekal yang dibeli sebelum berangkat. Untunglah nggak lama-lama banget nunggunya dan tampak tepat waktu, dan kami pun antri boarding. Baru kali ini aku masuk ke pesawat AirasiaX yg ukurannya jumbo, jadi ya agak-agak katrok gitu ngliat ada banyak gang, kursi, kamar mandi, pramugari-pramugara. Hahaha. Ok, it’s time to sleep..

waiting for the next flight *ngantuk*

waiting for the next flight *ngantuk*

Paginya bangun, langitnya udah lumayan cerah, pemandangan di luar tampak pucat. Sepertinya nggak lama lagi bakal sampai. Akhirnya kami bersiap mendarat juga di Incheon. Tampak dari atas bandara yang tertutup salju pada tepi-tepi landasan pacu dan jalan-jalan buat pesawat. Dan aku bisa liat salju secara langsung untuk pertama kalinya dan nggak lama lagi bisa nyentuh salju secara langsung. *super katrok*.

mendarat di Bandara Incheon

mendarat di Bandara Incheon

Cerita berlanjut di halaman Busan

 
Leave a comment

Posted by on February 19, 2014 in South Korea

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: